UEFA kembali melakukan pembaruan terhadap regulasi Liga Champions yang baru diterapkan satu musim terakhir. Penyesuaian terbaru ini direncanakan mulai diberlakukan pada musim 2026–2027 dan berpotensi memengaruhi sejumlah klub papan atas Eropa, termasuk Arsenal dan Liverpool.
Sejak diperkenalkan, format anyar Liga Champions memang memicu perdebatan. Sebagian kalangan menilai jumlah pertandingan semakin membebani pemain, sementara pihak lain menganggap format ini meningkatkan tensi persaingan karena setiap laga membawa risiko lebih besar.
Di tengah perdebatan tersebut, UEFA menegaskan bahwa format kompetisi belum sepenuhnya final. Otoritas sepak bola Eropa itu kini menyiapkan aturan tambahan yang akan berdampak pada proses undian fase liga.
Fokus utama perubahan ini adalah mencegah terjadinya pertemuan berulang antara klub yang sama dalam beberapa musim beruntun, sesuatu yang mulai menjadi perhatian sejak sistem baru diberlakukan.
Pertandingan Kandang Berulang Dibatasi
Mulai musim 2026–2027, undian fase liga tidak lagi memperbolehkan dua tim bertemu dengan tuan rumah yang sama selama tiga musim berturut-turut. Ketentuan ini berlaku jika salah satu klub selalu berstatus sebagai tuan rumah dalam tiga pertemuan tersebut.
Sebagai ilustrasi, laga Liverpool melawan Real Madrid di Anfield tidak akan diizinkan terjadi untuk ketiga kalinya secara beruntun. Aturan serupa juga berlaku bagi pertandingan Inter Milan kontra Arsenal di Stadion San Siro.
Dalam dua musim terakhir, Liverpool dua kali menjamu Real Madrid dan meraih kemenangan 2-0 pada 2024 serta 1-0 pada 2025. Sementara itu, Arsenal dua kali bertandang ke markas Inter, kalah 0-1 pada 2024 sebelum membalas dengan kemenangan 3-1 pada pertemuan terbaru.
Dengan regulasi baru ini, UEFA hanya akan mengizinkan pertemuan lanjutan jika status kandang dan tandang ditukar, bukan dengan tuan rumah yang sama untuk musim ketiga berturut-turut. Kebijakan tersebut sejatinya telah diumumkan sebelumnya, namun baru akan diterapkan secara penuh mulai musim depan.
Struktur UEFA Liga Champions Format Tetap Sama
Meski ada penyesuaian aturan, UEFA memastikan struktur utama format Liga Champions tetap dipertahankan. Fase liga masih diikuti 36 tim, yang terdiri dari 27 wakil liga domestik, juara bertahan Liga Champions dan Liga Europa, serta tujuh tim dari jalur kualifikasi.
Seluruh peserta dibagi ke dalam empat pot berdasarkan koefisien UEFA. Setiap tim menjalani delapan pertandingan, menghadapi dua lawan dari masing-masing pot dengan pembagian laga kandang dan tandang.
Aturan lama juga tetap berlaku, yakni larangan bertemu klub dari negara yang sama serta pembatasan maksimal dua pertandingan melawan klub dari satu negara di fase liga.
Arsenal dan Liverpool Berpeluang Terdampak
Arsenal dan Liverpool menjadi dua klub yang berpotensi langsung merasakan efek dari regulasi baru tersebut. Keduanya berada dalam posisi kuat untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Arsenal bahkan menunjukkan performa impresif di fase liga musim ini. Menjelang matchday terakhir yang digelar serentak dengan 18 pertandingan, The Gunners memimpin klasemen dengan rekor sempurna, tujuh kemenangan dari tujuh laga.
Liverpool berada di posisi keempat dengan koleksi 15 poin. Tottenham Hotspur membayangi di peringkat kelima dengan selisih satu angka.
Dominasi klub Inggris cukup menonjol di fase ini. Newcastle United dan Chelsea menempati posisi ketujuh dan kedelapan, meski masih menghadapi risiko gagal lolos otomatis ke babak 16 besar.
Manchester City Masih Berjuang
Sementara itu, Manchester City justru menghadapi situasi berbeda. Juara Liga Champions 2023 tersebut masih tertahan di peringkat ke-11 dari total 36 peserta.
City wajib meraih kemenangan saat menghadapi Galatasaray pada Rabu malam demi menjaga peluang lolos langsung dan menghindari babak playoff dua leg.
Dengan serangkaian perubahan yang terus dilakukan, Liga Champions kini memasuki fase adaptasi berkelanjutan. Bagi klub-klub elite seperti Arsenal dan Liverpool, konsistensi performa tetap menjadi faktor utama, sementara bagi UEFA, tantangan menjaga keseimbangan antara inovasi dan keadilan kompetisi masih terus berlanjut. Tuna55