
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan wisata alam, budaya, dan kuliner yang melimpah. Namun, di balik geliat pariwisata yang terus berkembang, terdapat satu segmen yang dinilai belum tergarap secara maksimal, yakni wisata lansia. Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menilai bahwa pemerintah perlu memberi perhatian khusus pada pengembangan wisata ramah lansia sebagai strategi jangka panjang pariwisata nasional.
Seiring meningkatnya angka harapan hidup, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Kelompok ini memiliki kebutuhan dan preferensi wisata yang berbeda, seperti kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, serta aktivitas yang tidak menguras fisik. Jika dikelola dengan tepat, wisata lansia dapat menjadi pasar potensial yang berkelanjutan.
Wisata Lansia Sebagai Peluang Ekonomi Baru Indonesia
Menurut ICPI, wisata lansia bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan. Lansia umumnya memiliki waktu luang lebih panjang dan daya beli yang relatif stabil, terutama bagi mereka yang telah pensiun. Hal ini membuka kesempatan bagi pelaku industri pariwisata untuk menghadirkan paket wisata khusus, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga atraksi wisata yang ramah usia lanjut.
Pengembangan wisata lansia juga dinilai mampu mendorong pemerataan ekonomi daerah. Destinasi yang tenang, memiliki nilai budaya dan spiritual, serta fasilitas kesehatan yang memadai dapat menjadi daya tarik utama. Desa wisata, kawasan heritage, dan wisata religi disebut ICPI sebagai contoh destinasi yang cocok untuk segmen ini.
Pentingnya Infrastruktur dan SDM Ramah Lansia
ICPI menekankan bahwa pengembangan wisata lansia tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur yang ramah lansia, seperti jalur landai, pegangan tangan, toilet khusus, tempat duduk yang memadai, serta akses transportasi yang aman dan nyaman.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pelaku pariwisata, pemandu wisata, hingga tenaga perhotelan perlu dibekali pelatihan khusus agar mampu melayani wisatawan lansia dengan empati dan profesional. Pendekatan pelayanan yang humanis dan sabar menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan bagi lansia.
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Pariwisata
ICPI mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah Tuna55, dan pelaku industri pariwisata dalam merumuskan kebijakan wisata lansia. Regulasi, insentif, serta promosi yang terarah dinilai penting untuk mempercepat pengembangan segmen ini. Pemerintah juga diharapkan dapat mengintegrasikan konsep wisata lansia dalam rencana pembangunan pariwisata nasional.
Dengan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten, wisata lansia diyakini mampu menjadi salah satu pilar baru pariwisata Indonesia. Tidak hanya meningkatkan daya saing pariwisata nasional, tetapi juga menghadirkan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua kalangan usia.