You are currently viewing Hyundai Staria Minor Change Resmi Hadir, Cukupkah Perubahannya untuk Dongkrak Popularitas?

Hyundai Staria Minor Change Resmi Hadir, Cukupkah Perubahannya untuk Dongkrak Popularitas?

Nama Hyundai Staria mungkin terdengar asing bagi sebagian konsumen Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan MPV besar lain yang sudah lama bercokol di pasar. Padahal, secara konsep dan teknologi, Staria menawarkan sesuatu yang berbeda. Kini, Hyundai kembali mencoba menjaga relevansi model tersebut dengan meluncurkan versi minor change setelah sekitar tiga tahun meluncur.

Perubahan Besar Hyundai Staria

Jika berharap perubahan besar, versi ini mungkin akan terasa mengecewakan. Hyundai tampaknya bermain aman dengan hanya menyentuh detail-detail tertentu. Pada eksterior, perbedaan paling mudah dikenali adalah lampu LED depan yang kini dibuat menyatu, menggantikan desain terpisah sebelumnya. Gril juga mendapat sentuhan desain baru, meski tidak terlalu drastis. Varian Lounge sebagai model tertinggi tampil sedikit lebih mewah berkat aksen krom dan desain pelek anyar.

Sayangnya, bagian belakang tidak diperlihatkan secara resmi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Hyundai memang tidak melakukan perubahan berarti di sektor tersebut. Bagi konsumen awam, versi lama dan versi minor change mungkin akan terlihat nyaris identik.

Kejutan justru hadir di dalam kabin. Hyundai mendengarkan masukan pengguna dengan menghadirkan kembali tombol fisik di konsol tengah, menggantikan panel sentuh yang kurang praktis saat berkendara. Setir baru dan desain ventilasi AC juga memberikan nuansa segar. Untuk varian tertentu, layar infotainment 12,3 inci kini dibekali software terbaru yang mendukung update jarak jauh, fitur yang semakin relevan di era mobil modern.

Dari sisi kenyamanan, revisi suspensi dan peningkatan insulasi suara patut diapresiasi. Hyundai jelas ingin mempertegas positioning Staria sebagai MPV premium yang nyaman untuk perjalanan jauh. Namun, bagi sebagian konsumen, absennya peningkatan performa mesin mungkin terasa kurang menggugah.

Soal harga, banderol di Korea Selatan berkisar Rp 369 juta hingga Rp 552 jutaan. Jika masuk Indonesia, harganya tentu akan lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah pasar Indonesia siap menerima Staria dengan harga premium dan desain futuristis? Melihat belum masuknya versi facelift model lain ke Tanah Air, besar kemungkinan Staria minor change juga masih harus menunggu giliran.

Pada akhirnya, Staria minor change lebih cocok disebut sebagai penyempurnaan, bukan revolusi. Menarik, tapi belum tentu cukup untuk mengubah peta persaingan MPV besar di Indonesia. Tuna55

Leave a Reply