Laga klasik antara Persib Bandung vs Persija Jakarta selalu menjadi magnet yang menarik perhatian setiap musimnya. Bahkan, menjelang duel panas di BRI Super League 2025/2026, rivalitas sengit antar supporter kedua tim sudah terasa.
Persib akan menjamu Persija pada pekan ke-17 BRI Super League musim ini di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) sore WIB.
Demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan ekstra. Salah satunya adalah dengan menyiagakan kendaraan taktis (rantis) untuk pengamanan tim Persija Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawa, usai mengikuti rapat koordinasi keamanan bersama Polda Jawa Barat.
Dari hasil rapat terakhir, ada kemungkinan lima unit rantis akan disiapkan. Ini murni langkah antisipasi, ujar Adhitia Putra Herawan.
Ia menegaskan bahwa meskipun semua pihak berharap pertandingan berjalan lancar, kepolisian tetap harus mempertimbangkan segala kemungkinan demi menjaga situasi tetap kondusif.
Kita semua tentu berharap yang terbaik, tapi polisi harus siap dengan skenario terburuk. Rantis ini adalah bentuk antisipasi, bukan karena adanya indikasi ancaman, tegas Adhitia.
Apresiasi dan Pesan Penting Laga Panas Persib vs Persija
Adhitia menyampaikan apresiasi atas hasil rapat koordinasi tersebut. Ia menilai bahwa Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, dan Kapolrestabes Bandung telah menunjukkan komitmen penuh dalam membantu menyiapkan pengamanan dari berbagai aspek.
Kami melihat sendiri bagaimana mereka benar-benar total membantu, dan itu membuat kami merasa sangat terbantu, kata Adhitia.
Dalam kesempatan tersebut, Adhitia juga menyampaikan pesan penting dari Kapolda Jabar yang dinilainya perlu disebarluaskan. Pesan tersebut menekankan bahwa pertandingan ini merupakan momen penting bagi Bobotoh.
Ini adalah hajatan dan lebarannya Bobotoh, imbuh Adhitia.
Ia mengajak seluruh suporter untuk menyebarkan energi positif. Psywar atau perang urat saraf dinilai wajar, selama tetap dalam konteks memeriahkan pertandingan dan tidak mengandung unsur kebencian.
Rivalitas harus tetap dijaga, tapi dalam ranah keseruan sepak bola, ucap Adhitia.
Satu Keluarga Sepak Bola
Adhitia juga mengimbau kepada seluruh Bobotoh untuk menghindari ujaran kebencian, baik secara personal maupun antardaerah. Ia mengingatkan bahwa semua insan sepak bola adalah satu keluarga.
Setelah 90 menit selesai, kita semua kembali menjadi saudara, termasuk dengan Persija. Rivalitas berhenti di lapangan, tidak ada kebencian pribadi, tidak ada kebencian antarkota, katanya.
Adhitia mengajak seluruh fans Tuna55 untuk datang ke stadion dengan semangat tinggi dan penuh tanggung jawab.
Dukung Persib agar dapat tiga poin, jaga keamanan, kenyamanan, serta keselamatan diri dan keluarga. Di luar rivalitas, kita tetap saudara dan harus menjaga hal-hal yang positif, pungkas Adhitia.