You are currently viewing OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT demi Dongkrak Pendapatan

OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT demi Dongkrak Pendapatan

OpenAI bersiap memasuki babak baru dalam strategi bisnisnya dengan mulai menguji penayangan iklan di layanan ChatGPT. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan pendapatan guna menutup tingginya biaya pengembangan dan operasional teknologi kecerdasan buatan yang terus melonjak.

OpenAI Lakukan Uji Coba

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menyatakan bahwa iklan akan mulai ditampilkan kepada sebagian pengguna ChatGPT di Amerika Serikat dalam beberapa minggu ke depan. Uji coba ini akan menyasar pengguna paket gratis serta paket berbiaya rendah ChatGPT Go, yang saat ini sedang diperluas ke berbagai negara.

Dalam keterangannya pada 16 Januari, OpenAI menegaskan bahwa iklan akan ditampilkan secara terpisah dari jawaban yang dihasilkan oleh ChatGPT, sehingga tidak memengaruhi kualitas maupun isi respons chatbot. Pengguna dengan paket berlangganan Plus, Pro, Business, dan Enterprise dipastikan tidak akan melihat iklan sama sekali.

OpenAI juga menekankan bahwa privasi pengguna tetap menjadi prioritas. Percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan, dan sistem iklan tidak akan mengubah atau memengaruhi keluaran jawaban ChatGPT.

Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan bagi OpenAI yang selama ini mengandalkan model pendapatan berbasis langganan. Langkah tersebut mencerminkan tekanan finansial yang dihadapi perusahaan seiring besarnya investasi pada pusat data dan infrastruktur komputasi, sekaligus persiapan menuju rencana penawaran umum perdana saham (IPO) yang telah lama dinantikan.

OpenAI Suntik US$1 triliun

Startup AI tersebut dilaporkan berencana menggelontorkan dana lebih dari US$1 triliun hingga tahun 2030 untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan. Namun, OpenAI belum merinci secara jelas bagaimana pembiayaan jangka panjang dari investasi masif tersebut akan direalisasikan.

Para analis menilai iklan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang sangat besar, mengingat ChatGPT memiliki sekitar 800 juta pengguna aktif mingguan. Meski demikian, strategi ini juga menyimpan risiko. Iklan yang dianggap mengganggu atau terlalu oportunistik dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan pengguna.

Analis Emarketer, Jeremy Goldman, mengingatkan bahwa pengguna bisa dengan mudah beralih ke chatbot pesaing seperti Gemini milik Google atau Claude yang dikembangkan oleh Anthropic, jika pengalaman menggunakan ChatGPT dinilai menurun.

Namun, Goldman juga menilai langkah OpenAI berpotensi menekan para pesaing untuk memperjelas filosofi monetisasi mereka, terutama perusahaan yang selama ini memposisikan diri sebagai platform “bebas iklan sejak awal”.

OpenAI Pastikan Iklan Hanya untuk Umur 18 Tahun ke Atas

Dalam implementasinya, OpenAI memastikan tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun. Selain itu, iklan juga akan diblokir dari topik-topik sensitif seperti kesehatan, politik, dan isu sosial tertentu.

“Kami berencana menguji iklan di bagian bawah jawaban ChatGPT ketika terdapat produk atau layanan bersponsor yang relevan dengan konteks percakapan pengguna,” ujar OpenAI dalam pernyataan resminya saat di lansir tuna55

Di sisi lain, kalangan pengiklan menyambut optimisme terhadap pemanfaatan AI dalam dunia periklanan. Mereka menilai kecerdasan buatan dapat meningkatkan efektivitas iklan, khususnya dalam kategori pencarian dan media sosial, melalui sistem rekomendasi yang lebih presisi.

Paket ChatGPT Go sendiri pertama kali diperkenalkan di India dan kini akan tersedia di Amerika Serikat dengan harga US$8 per bulan. OpenAI, yang didukung oleh Microsoft, berharap skema ini dapat menjembatani kebutuhan pengguna yang menginginkan layanan terjangkau sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Leave a Reply