Penanganan Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap penyelidikan penembakan fatal seorang perempuan di Minnesota oleh petugas imigrasi Amerika Serikat memicu gelombang pengunduran diri jaksa federal. Setidaknya selusin jaksa disebut telah menyatakan rencana untuk meninggalkan lembaga tersebut, menurut tiga sumber yang mengetahui situasi internal.
Pengunduran diri itu melibatkan jaksa dari Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman di Washington, serta dari Kantor Jaksa AS di Minneapolis. Para sumber berbicara dengan syarat anonim karena membahas persoalan internal yang sensitif.
Departemen Kehakiman Menyelidiki Penembakan Jadi Pemicu
Enam jaksa federal di Minnesota dilaporkan mengundurkan diri setelah pimpinan Departemen Kehakiman meminta agar dilakukan penyelidikan terhadap janda Renee Good, perempuan berusia 37 tahun yang ditembak dan tewas di Minneapolis pada 7 Januari. Dua sumber menyebutkan, para jaksa keberatan dengan permintaan tersebut.
Hingga kini, tidak jelas aspek apa yang diminta untuk diselidiki. Namun, pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menuduh Good menghalangi operasi imigrasi federal.
Selain di Minnesota, enam jaksa senior lain dari bagian kriminal Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman juga telah memberi tahu pimpinan bahwa mereka berencana mengundurkan diri.
Peran Divisi Hak Sipil Dikesampingkan Departemen Kehakiman
Kepala Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman, Harmeet Dhillon, yang ditunjuk oleh Presiden Trump, disebut memberi tahu jajarannya pekan lalu bahwa divisi tersebut tidak akan dilibatkan dalam penyelidikan penembakan di Minnesota.
Padahal, divisi ini biasanya berperan penting dalam bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak sipil dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat penegak hukum.
Sejumlah jaksa juga menerima tawaran pensiun dini dari pemerintahan Trump, menurut beberapa sumber.
Kekhawatiran atas Independensi Penegakan Hukum
Gelombang pengunduran diri ini menjadi indikasi terbaru dari gejolak internal di Departemen Kehakiman sejak Trump kembali berkuasa. Pemerintahan saat ini telah memecat atau menyingkirkan puluhan pejabat karier, serta meluncurkan penyelidikan terhadap sejumlah tokoh yang dianggap sebagai lawan politik presiden.
Kepergian para jaksa tersebut turut memunculkan kekhawatiran atas independensi penyelidikan federal terhadap penembakan di Minnesota. Insiden itu telah memicu aksi protes di berbagai wilayah Amerika Serikat dan kembali menyoroti kebijakan penegakan imigrasi pemerintahan Trump di kota-kota besar.
Menurut sumber, kasus Minnesota hanyalah salah satu faktor yang mendorong jaksa-jaksa hak sipil meninggalkan Departemen Kehakiman. Banyak dari mereka—yang merupakan pengacara veteran lintas pemerintahan—merasa kecewa dengan perubahan arah dan prioritas divisi yang dinilai semakin diselaraskan dengan kepentingan politik Trump.
Tanggapan Resmi Pemerintah
Seorang pejabat Departemen Kehakiman mengonfirmasi adanya pengunduran diri di Divisi Hak Sipil. Namun, ia menegaskan bahwa jaksa yang mengajukan pensiun dini telah melakukannya jauh sebelum penembakan di Minnesota terjadi.
Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa Immigration and Customs Enforcement (ICE) tengah melakukan penyelidikan internal atas insiden tersebut, bersamaan dengan penyelidikan oleh FBI.
Saat ini tidak ada dasar untuk penyelidikan pidana hak sipil, kata Wakil Jaksa Agung Todd Blanche dalam sebuah pernyataan.
Perbedaan Versi Soal Insiden
Ketegangan di Minnesota mencuat pekan lalu setelah seorang petugas imigrasi federal menembak dan menewaskan Renee Good, ibu tiga anak yang disebut tengah mengamati operasi penegakan hukum federal.
Pemerintahan Trump menuduh Good berusaha menabrak petugas tersebut dengan kendaraannya. Namun, klaim itu dibantah oleh pejabat negara bagian Minnesota.
Jaksa Wilayah Hennepin County, Mary Moriarty, mengatakan kepada Tuna55 pada Selasa bahwa pengunduran diri para pejabat Departemen Kehakiman menunjukkan jaksa karier tidak diberi ruang untuk menjalankan tugasnya secara independen.
Dan itu karena politik, bukan karena apa yang sebenarnya terjadi di sini, ujar Moriarty.