You are currently viewing Apa Itu Trading Halt, Free Float, dan Jakarta Automated Trading System dalam Pasar Saham?

Apa Itu Trading Halt, Free Float, dan Jakarta Automated Trading System dalam Pasar Saham?

Gejolak yang terjadi di pasar saham Indonesia hari ini berujung pada diberlakukannya trading halt oleh Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menjadi sorotan karena berdampak langsung pada seluruh aktivitas perdagangan saham di dalam negeri.

Trading Halt: Rem Darurat Pasar Saham

Trading halt adalah kebijakan penghentian sementara seluruh transaksi perdagangan di bursa ketika pergerakan harga dinilai terlalu ekstrem. Di Indonesia, mekanisme ini diaktifkan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang melampaui batas tertentu dalam satu hari perdagangan.

Kebijakan ini berfungsi sebagai rem darurat untuk menahan kepanikan pasar. Dengan dihentikannya perdagangan, investor diberi waktu untuk mencerna informasi secara lebih rasional, bukan bereaksi semata-mata berdasarkan emosi dan sentimen jangka pendek.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, BEI menetapkan trading halt selama 30 menit setelah IHSG anjlok lebih dari 8 persen. Aturan ini juga memiliki skema eskalasi, di mana penghentian perdagangan dapat diperpanjang apabila tekanan jual berlanjut setelah perdagangan dibuka kembali.

Praktik trading halt bukan hal yang unik bagi Indonesia. Bursa saham di berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat hingga Jepang, menerapkan mekanisme serupa sebagai bagian dari sistem perlindungan stabilitas pasar.

Free Float: Faktor Kunci di Balik Gejolak

Pemicu terbaru di balik penerapan trading halt di Jakarta tak lepas dari isu free float. Istilah ini merujuk pada porsi saham suatu perusahaan yang benar-benar beredar di publik dan dapat diperdagangkan secara bebas, tidak termasuk saham yang dikuasai pemegang saham pengendali atau pemilik strategis.

Semakin kecil free float suatu saham, semakin tipis tingkat likuiditasnya. Kondisi ini membuat harga saham menjadi lebih mudah bergejolak karena transaksi dalam jumlah relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang signifikan.

Bagi penyedia indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI), free float merupakan variabel utama dalam menentukan bobot suatu saham atau bahkan bobot pasar suatu negara dalam indeks global. Perubahan penilaian atau metodologi free float dapat langsung memicu arus keluar dana dari investor institusional, khususnya manajer investasi pasif yang mengikuti indeks tersebut.

Ketika bobot suatu pasar menyusut, dana global bergerak cepat dan cenderung tanpa mempertimbangkan sentimen domestik. Dampaknya, tekanan jual dapat terjadi secara serentak dan signifikan.

JATS: Mesin di Balik Seluruh Transaksi

Seluruh dinamika perdagangan saham di Indonesia dijalankan melalui satu sistem inti, yakni Jakarta Automated Trading System (JATS). Sistem ini merupakan mesin pencocok order milik BEI yang secara otomatis memproses jutaan instruksi beli dan jual setiap hari.

JATS bekerja berdasarkan prinsip prioritas harga dan waktu, memastikan transaksi berjalan secara adil, transparan, dan efisien. Dalam kondisi normal, sistem ini mengelola perdagangan tanpa campur tangan manual.

Namun, dalam situasi ekstrem, JATS pula yang mengeksekusi trading halt secara serentak. Begitu ambang batas penurunan IHSG terlampaui, sistem secara otomatis membekukan seluruh transaksi hanya dalam hitungan detik.

Dengan demikian, trading halt, free float, dan JATS merupakan tiga elemen yang saling berkaitan dalam menjaga keseimbangan pasar saham. Di tengah volatilitas global dan arus modal yang bergerak cepat, pemahaman atas mekanisme ini menjadi kunci bagi investor untuk membaca risiko dan dinamika pasar secara lebih utuh. Tuna55

Leave a Reply